duit kagem jajan

duit kagem jajan
uang bukan segalanya, tapi segalanya dibeli dengan uang

Senin, 04 Juli 2011

- Periode 1990-1999

Tahun 1992
Pecahan 100 rupiah
Gambar depan             : Perahu Phinisi
Gambar belakang         : Anak gunung Krakatau
Tanda air                      : Ki Hajar Dewantoro
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Prof. Dr Adrianus Mooy, Drs Sujitno Siswowidagdo



Pecahan 500 rupiah
Gambar depan             : Orang Utan
Gambar belakang         : Rumah adat Kalimantan Timur
Tanda air                      : HOS Cokroaminoto
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Prof. Dr Adrianus Mooy, Sjahril Sabirin



Pecahan 1.000 rupiah
Gambar depan             : Danau Toba
Gambar belakang         : Lompat batu Nias
Tanda air                      : Cut Meutia
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Prof. Dr Adrianus Mooy, Hendro Budianto



Pecahan 5.000 rupiah
Gambar depan             : Alat musik tridisional sasando rote dan sarung tenun ikat
Gambar belakang         : Danau Kelimutu di Flores
Tanda air                      : Cut Meutia
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Prof. Dr Adrianus Mooy, Hasudungan Tampubolon



Pecahan 10.000 rupiah
Gambar depan             :  Sri Sultan Hamengku Buwono IX (bapak pramuka Indonesia)
Gambar belakang         : Candi Borobudur
Tanda air                      : WR Supratman
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Prof. Dr Adrianus Mooy, R. Rachmad



Pecahan 20.000 rupiah
Pecahan 20.000 rupiah bergambar depan burung cendrawasih dan bergambar belakang bunga dan pohon cengkeh dengan latar belakang peta Indonesia . Gambar air WR Supratman. Pecahan 20.000 rupiah terbit dua kali yakni tahun 1992 dan tahun 1995. Keduanya bergambar sama, namun pada pecahan tahun 1995 terdapat benang pengaman di luar.
Gambar depan             : Cedrawasih
Gambar belakang         : Bunga Cengkeh dan peta Indonesia
Tanda air                      : Ki Hajar dewantoro
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Prof. Dr Adrianus Mooy, Binhadi



Gambar depan             : Cedrawasih
Gambar belakang         : Bunga Cengkeh dan peta Indonesia
Tanda air                      : Ki Hajar dewantoro(ada benang perak)
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Sudrajat Djiwandono, Dr, Budiono



Tahun 1993
Pecahan 50.000 rupiah
Diterbitkan tanggal 1 Maret 1993 dan ditarik dari peredaran tanggal 21 Agustus 2000. Gambar depan Presiden Soeharto dengan latar belakang pembangunan di semua sektor. Gambar belakang pesawat terbang sedang lepas landas di bandara internasional Soekarno-Hatta. Tanda air pencipta Indonesia Raya, WR Supratman.

Gambar depan             : Suharto
Gambar belakang         : Pesawat Terbang
Tanda air                      : WR Supratman
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Prof. Dr Adrianus Mooy, Sjakur Mahmud

Gambar depan             : Suharto
Gambar belakang         : Pesawat Terbang
Tanda air                      : WR Supratman (ada benang perak)
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Sudrajat Djiwandono, Dr Budiono


Pecahan 50.000 rupiah penerbitan khusus
Gambar depan             : Suharto
Gambar belakang         : Pesawat Terbang
Tanda air                      : Holografis Suharto
Percetakan                   : Note Printing Australia
Tanda Tangan               : Adrianus Mooy. Hasudungan Tampubolon


Tahun 1998
Pecahan 10.000 rupiah
Gambar depan             : Cut Nyak Dien
Gambar belakang         : Segara Anakan
Tanda air                      : WR Supratman
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Sudrajat Djiwandono, Muchlis Rasjid 


Pecahan 20.000 rupiah
Pecahan 20.000 bergambar depan tokoh pergerakan nasional dan tokoh pendidikan pendiri Taman Siswa, yang hari lahirnya menjadi hari pendidikan nasional yakni Ki Hajar Dewantoro. Sedangkan gambar belakang kegiatan belajar mengajar. Gambar air pecahan 20.000 rupiah ini tokoh yang sama yakni Ki Hajar Dewantoto.
Gambar depan             : Ki Hajar Dewantoro
Gambar belakang         : Kegiatan belajar mengajar
Tanda air                      : Ki Hajar Dewantoro
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Sudrajat Djiwandono, Haryono.


Tahun 1999
Pecahan 50.000 rupiah
Pecahan 50.000 rupiah bergambar depan pencipta lagu Indonesia Raya W.R. Soepratman, dan bergambar belakang pengibaran bendera merah putih. Gambar air tokoh pergerakan nasional dan pemimpin Sarekat Islam , HOS Cokroaminoto.
Gambar depan             : W.R. Soepratman
Gambar belakang         : Pengibaran bendera
Tanda air                      : HOS Cokroaminoto
Percetakan                   : Perum percetakan uang Republik Indonesia
Tanda Tangan               : Syahril Sabirin, Dono Iskandar Djojo


Pecahan 100.000 rupiah
Pecahan 100.000 rupiah bergambar depan dua pahlawan proklamator  Soekarno dan Mohammad Hatta dengan latar belakang teks proklamasi kemerdekaan. Sedangkan gambar belakangnya gedung DPR / MPR. Gambar air berupa bayangan gambar Garuda Pancasila dan serupa bentuk bunga yang memuat logo BI diatasnya.
Pecahan 100.000 rupiah merupakan uang plastik/polymer kedua yang diterbitkan oleh BI, setelah pecahan 50.000 rupiah Soeharto yang merupakan penerbitan khusus.
Gambar depan             : Sukarno_Hatta
Gambar belakang         : Gedung DPR/MPR
Tanda air                      : Holografis logo BI
Percetakan                   : Note Printing Australia
Tanda Tangan               : Syahril Sabirin, Iwan R. Prawiranata


Magelang, 6 Agustus 2011

Salam, Agung Arya

6 komentar:

  1. malam Mas Agung, mas agung punya stock uang 10000 tahun 1985 gambar (Ra.Kartini) atau tidak ? kalau punya saya mau beli donk 10 lembar aja, tolong hubungi ke nomr ini yah : 087875454032, terima kasih

    BalasHapus
  2. Sekarang ini banyak sekali uang yang direkayasa apa tanggapan anda mengenai itu?
    - seperti 100 rupiah prahu pinisi tahun 1992 yang diubah tahunnya menjadi 1991 dan gambarnya di ubah prahu layar
    - 500 rupiah orang utan tahun 1992 diubah tahunnya menjadi 1991 dan gambarnya diubah menjadi monyet glantungan
    - 50.000 rupiah soeharto 1993 diubah juga tahunnya menjadi 1991 dan gambarnya juga diubah menjadi berpakaian pramuka, gambar bandar udara nya diubah menjadi pengibar bendera dll.
    - 50.000 rupiah soeharto 1995 diubah juga tahunnya menjadi 1991 dan gambar soehartonya juga diubah menjadi berpakaian pramuka, gambar bandar udara nya diubah menjadi pengibar bendera dll.
    - ow ya ada lagi yang terbaru kemarin ada orang yang nyari ke saya 100.000 polymer tahun 1997 apakah ada? 100.000 polymer yang asli dikeluarkan BI kan tahun 1999.
    Mungkin saran saya solusinya membuat artikel yang membahas uang tersebut dengan melampirkan gambar yang ada di kuki pada halaman uang yang direkayasa.

    mungkin lama-lama akan menyebar ke nominal-nominal lain seperti 1000 rupiah 1992, 5000 rupiah 1992, 10.0000 rupiah 1992, 20.000 rupiah 1993, 20.000 rupiah 1995 dan lain-lain. Itu dapat merusak dunia numismatik, sehingga orang menganggap uang rekayasa tersebut malah asli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas masukannya ...
      untuk uang rekayasa sudah saya bahas sedikit pada artikel nomor 2, hanya karena keterbatasan koleksi yg saya punyai, maka hanya saya bahas uang 500 "monyet" dan 100 "perahu layar" saja.
      endapat dan tanggapan saya kemukakan di artikel tersenut mas
      Salam

      Agung Arya

      Hapus
  3. saya punya banyak koleksi uang kertas Rp. 10.000 R.A. Kartini Thn 1985.
    Hub saya 081 321 672 456

    Salam Sukses

    BalasHapus
  4. Lihat koleksi uang lama lebih detail :
    http://okeynotes.com/index.php/forums/topic/8579/dana-asset-indonesia

    BalasHapus