duit kagem jajan

duit kagem jajan
uang bukan segalanya, tapi segalanya dibeli dengan uang

Senin, 04 Juli 2011

10. Koin Sukarno



Mengingat ketika itu di Irian Barat dan kepulauan Riau mata uang Republik Indonesia (rupiah) belum beredar secara luas, maka dikeluarkan Penpres No. 2/1963 dan Penpres No. 3/1963 tentang pengedaran mata uang khusus untuk daerah Kepulauan Riau dan Irian Barat.

Soekarno Kepulauan Riau (1960-1962)
Untuk mengatasi peredaran uang dolar Malaysia dan Singapura di Kepulauan Riau, maka diedarkan uang Rupiah satuan khusus untuk daerah tersebut. Terdiri dari pecahan 1, 2 1/2, 5, 10, 100 rupiah dengan gambar depan Soekarno dan tercantum tulisan RIAU pada semua uang kertas. Uang kertas pemerintah (1 dan 2 1/2 rupiah) dikeluarkan tahun 1961. Sedangkan uang kertas BI (5,10, dan 100 rupiah) dikeluarkan tahun 1960. 

Juga diedarkan Uang logam pemerintah RI pecahan 1, 5, 10, 25, dan 50 sen yang kesemuanya bergambar depan Sukarno.

Nilai mata uang Riau 1 Rp Riau = 18.90 Rp di luar kepulauan Riau.
Masa berlaku uang ini hanya singkat, karena pada 1 Juli 1964 di tarik dari peredaran dan sejak itu berlaku uang Rupiah yang sama dengan daerah lain.


Soekarno Irian Barat (1963)
Pada tahun 1962 Irian Barat kembali kepangkuan pemerintah Indonesia. Ketika itu mata uang yang beredar di sana didominasi oleh Nederlands Guinea Gulden seri Ratu Juliana. Untuk itu dikeluarkan  satuan khusus untuk daerah tersebut . Terdiri dari pecahan 1, 2 1/2, 5, 10, 100 rupiah dengan gambar depan Soekarno dan tercantum tulisan IRIAN BARAT pada semua uang kertas. 

Juga diedarkan Uang logam pemerintah RI pecahan 1, 5, 10, 25, dan 50 sen yang kesemuanya juga bergambar depan Sukarno.

Pada tanggal 31 Mei 1971 di tarik dari peredaran dan sejak itu berlaku uang Rupiah yang sama dengan daerah lain

Gambar Uang Koin Sukarno.

Baik uang koin Sukarno Irian Barat dan Kepulauan Riau berbahan sama yakni alumunium dan bergambar depan sama yakni Sukarno. Yang membedakan yaitu pada sisi pinggir koin Sukarno kepulauan Riau tertulis Kepulauan Riau, sedangkan pada koin Sukarno Irian Barat   polos.


Magelang, 16 Mei 2013
Salam Numismatik
Agung Arya

9. Uang logam VOC


Pada masa awal perdagangan internasional di kepulauan nusantara, muncul persaingan antar pedagang-pedagang Eropa seperti Belanda, Portugis, Spanyol, dan Inggris. Bahkan antar sesama perusahaan dagang Belandapun terjadi persaingan yang dampatnya merugikan mereka sendiri. Untuk itu pada tanggal 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie - VOC (Perkumpulan Dagang India Timur. VOC didirikan oleh 6 kamar dagang dari propinsi dan kota negeri Belanda yaitu Amsterdam, Delf, Middleburg, Rotterdam, Hoorn, dan Enkhuizen. Dari istilah ini kemudian bangsa belanda/penjajah disebut kompeni.

Pemerintah Belanda kemudian mendukung usaha VOC tersebut dan menunjuk seorang komisaris berpangkat Gubernur Jenderal dan berkedudukan di Batavia. Oleh pemerintah Belanda VOC diberikan berapa wewenang antara lain :
  1. Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri;
  2. Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
a.    memelihara angkatan perang,
b.   memaklumkan perang dan mengadakan perdamaian,
c.    merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Negeri Belanda,
d.   memerintah daerah-daerah tersebut,
e.    menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan
f.    memungut pajak.

Guna mempermudah lalulintas perdagangan dan gaji pegawai, maka VOC diberikan wewenang untuk membawa mata uang yang berlaku di negeri Belanda sebagai alat pembayaran. Karena semakin meningkatnya kebutuhan akan uang, terutama pecahan kecil maka VOC diijinkan untuk mencetak uang di Indonesia. 

Koin VOC  pertama kali dicetak pada 1726 dengan bahan tembaga. Merupakan pecahan 1 Doit (Duit), dimana pada satu sisi terdapat lambang VOC dan pada sisi lainya terdapat lambang provinsi tempat koin tersebut dicetak. Ada beberapa jenis koin VOC antara lain :
  1. Holland
  2. Utrecht
  3. West Friesland
  4. Zeeland
  5. Gelderland
Karena kebutuhan uang dengan nilai nominal yang lebih kecil, maka tahun 1749 dicetak mata uang tembaga dengan pecahan setenga Doit. Selain dari tembaga, koin-koin Doit dan setengah doit juga dicetak dengan bahan perak.
Antara tahun 1744-1748 VOC mengedarkan mata uang emas di Batavia yang disebut Dirham Jawi/Gouden Javase Dukaat.

Pada tahun 1783 VOC menempa dan mengedarkan uang emas yang disebut Gouden Javase Rupij/Rupiah Jawa (ditempa di Jawa). VOC juga sempat mengedarkan mata uang yang disebut Doit dengan logo VOC dengan bahan campuran tembaga dan timah dan ditempa di Batavia dan Surabaya.

Pada tahun 1800 VOC mengeluarkan mata uang timah yang sisi depannya terdapat inisial LN dan lambang VOC, sedang sisi belakangnya terdapat tulisan Arab Melayu berbunyi Duyit. Mata uang ini disebut Duyit Javas. Selain itu VOC juga membawa dan mengedarkan mata uang  Belanda ke Indonesia seperti Dukaton/Zilperen Rijder (Penunggang Kuda) bergambar  penunggang kuda.

Gambar depan uang VOC

Gambar depan uang VOC semua sama yakni tulisan (lambang) VOC dan angka tahun. Yang membedakan adalah gambar belakangnya.

 1. Uang VOC West Friesland

 2. Uang VOC Holland


  3.Uang VOC Utrecht
  

4.Uang VOC Zeeland

3.Uang VOC Gelderland
Magelang, 24 Agustus 2012

Salam
Agung Arya